pasang iklan juga boleh

Saturday, 2 April 2016

Si Tompi Jadi Tape

Ini adalah kisah awal pertemanan antara Tompi dan Pak Min.... yang waktu itu masih jualan bebek goreng. Pak Min sering lewat depan rumah Tompi untuk beli Togel. Karena sering melihat, lama - lama si Tompi pun mempersilahkan Pak Min untuk mampir ke rumahnya. Waktu itu teman lain yang bernama Jemblung juga kebetulan dolan di rumah Tompi, "Monggo Pak... mampir....... sapa Tompi pada Pak Min... "O..... nggih.... sahut Pk Min.. masing - masing saling memperkenalkan diri... Kemudian Tompi membuatkan teh manis 2 cangkir untuk tamu - tamunya tersebut.. "Mari di minum..... mumpung masih anget..." Kemudian Tomas mengambil pita kaset yang sudah kusut lalu di taruh di piring dan di tutupi serbet, lalu makaroni mentah dan butir - butir sagu berwarna hijau dan putih dimasukkan ke toples dan dihidangkan, (sungguh edan kelakuan mereka, jangan ditiru ya). "Monggo disambi (mari dicicipi)...... Pak Min memandang toples itu toples besrta isinya itu dengan agak heran...... makanan apa ini, mungkin begitu dalam hatinya, "ayo.... jangan sungkan.... sapa si Tompi pada tamunya... Yang pertama kena adalah si Jemblung begitu membuka serbetnya dia ngakak sambil di tahan... (hahaha) lalu ditutup lagi. Setelah beberapa saat bercanda ria kemudian Pak Min mulai beraksi membuka toples untuk mengambil isinya... sementara itu Jemblung yang tadi merasa di jebak hanya melirik saja. setelah Pak Min membuka dan mengambil isi di toples itu yaitu makaroni mentah lalu dipandanginya makaroni itu sambil dipilin - pilin terus di amati dan lalu berkata... " apa ini yang biasa dibuat sop ya..." Maka terpingkal - pingkallah semua yang ada di situ. Sejak saat itu hampir tiap malam Pak Min sering main ke rumah Tompi.
Pada suatu malam Pak Min berteriak - teriak memanggil Tompi yang pintunya rumah tertutup.... Tom..... Tom.... sudah tidur ya?.... lalu Tompi keluar, "Pak Min..." kata Tompi, waktu itu masih panggil nama karena rambut Pak Min belum dipotong cepak ala tentara (nDANDIM). "Kalau malem jangan teriak - teriak cukup bilang Pe.... Tape..... (sambil menirukan suara pedagang tape keliling), pasti aku keluar.... itu kode khusus pangilan teman - teman dekat untuk saya.
Dan setiap malam didepan rumah tompi selalu terdengar suara " Pe....... Tape......" Sampai sang istri tanya.... :Malem - malem begini kok masih ada yang jualan tape ya mas..." si Tompi cuma nyengir saja dan pura - pura tidur supaya nggak nemuin Pak Min karena hawanya dingin dan ngantuk di malam itu, di luar masih terdengar suara "Pe...... Tape....." maka sejak saat itu Pak Min kalau memanggil Tompi dengan sebutan "Tape" hingga saat ini dan sampai akhir jaman nanti.
Sudah dulu ya kawan.... tunggu cerita saya yang lainya....

No comments:

Post a Comment

Monggo Opininya