pasang iklan juga boleh

Tuesday, 27 September 2016

Keluarga Paijo

Pagi itu di sebuah desa kecil terlihat sangat indah dan cerah suasana desa di pinggiran gunung, nah di desa itu pula ada seorang anak lelaki yang usianya sekitar 8 tahunan dan hidup bersama dengan ibunya, namun walaupun hidup sangat pas - pasan keluarga itu sangat bahagia biarpun keluarga itu kepala keluarganya selalu jarang pulang karena harus bekerja keluar kota untuk mencukupi kebutuhan sehari - harinya agar terpenuhi. Walaupun keluarga itu hidup serba minim tetapi tidak pernah mengeluh kekurangan dan selalu merasa cukup.

Di pandang dari sudut yang lain bahwa di desa itu juga banyak keluarga yang hidupnya jauh berbeda strata ekonominya diatas keluarga mbok Sarmi. O iya belum saya kenalkan keluarga yang saya maksud di atas. Keluarga tersebut adalah Keluarga Paijo dan Istrinya bernama Sarmi sedangakan Anaknya bernama Parji yang biasa di panggil dengan sebutan Parjos.

Nah pada suatu ketika si anak tersebut bermaksud untuk menyusul bapaknya yang sedang bekerja merantau di kota lain, karena jarak dari terminal bus cukup jauh, di antarlah si anak tersebut oleh ibunya sampai ke terminal. Dan sesampainya di terminal ibu dan anak ini duduk di pinggiran jalan masuk ke terminal tersebut. Dan setelah duduk beberapa saat sambil memperhatikan bus yang keluar masuk terminal datanglah seorang lelaki yang menanyakan, Ajeng teng pundi bu ?.. (mau kemana bu) si ibu menjawab Ajeng teng Suroboyo.. (mau ke Surabaya) akhirnya di bimbingla si ibu dan anak ini menuju bus yang jurusan ke surabaya, dan sesampainya di bus tersebut mereka langsung naik ke dalamnya dan mencari tempat duduk kosong dan kebetulan yang kosong ada di depan sendiri.

Pada saat bus mau berjalan si ibu tersebut turun karena hanya mengantarkan anaknya saja sampai bus itu dan setelah itu buspun mulai berjalan sedangkan ibu si anak tersebut hanya memperhatikan dari kejauhan. Setelah bus sudah hilang dari pandangan si ibupun mulai melangkahkan kaki untuk pulang ke rumahnya. 
Sementara sampai disini dulu ya sory maaf saya ngantuk besuk saya sambung lagi ya... hehehe.....

Monday, 26 September 2016

Gas dan jembatan

Halloo.. ketemu lagi nih.. bagaimana kabarnya? pasti sehat dan bugar kan hahaha... harus...?
kali ini saya akan menyampaikan sedikit kisah motivasi menarik otot pipi hahaha... jangan nyengir dulu ya..
Biasa.. siapa lagi kalo bukan si Tompi yang jail dan bersama ketiga rekanya. Mereka lagi jalan - jalan sore setelah capek seharian beraktifitas dan kebetulan harinya sabtu, dimana hampir semua anak remaja menyukai hari itu karena esoknya pasti hari minggu dan sabtu sorenya pasti dinanti - nanti juga, karena kebetulan di daerah situ ada keramaian pasar malem dan sudah pasti siang maupun malam jelas selalu ramai.
Maklum kalau siang pedagang pendatang banyak yang sibuk menata stand daganganya dan untuk penjaga stand mainan juga sibuk dengan standnya masing - masing serta pengguna jalan juga sibuk dengan perjalananya.
Kebetulan sekali tak jauh dari situ juga ada sungai yang agak lebar, kalau orang jawa bilang gawan ada juga yang menyebutnya nggawan, nah kali ini si Tompi yang lagi berjalan bertiga tiba - tiba menghentikan langkahnya, dan tentu saja si Dirman dan ndandim (nama panggilan darai P.Min, karena rambutnya sudah dipotong ala tentara) juga kaget ada apa begitu pikirnya, sambil seolah - olah mendengarkan sesuatu dengan mendekatkan tanganya sebelah kiri ke kupingnya yang sebelah kiri itu seolah - olah ada suara yang sayup - sayup. si ndandim tanya, "ada apa to Tom.... sakjane krungu opo?.. (ada apa Tom.. kamu dengar apa?..) si Tompi tetap saja diam dengan aksinya, tentu saja si dirman dan ndandim makin penasaran dan diam menghadap ke Tompi, dengan perlahan - lahan Tompi mendekat sambil agak jongkok kedekat Dirman dan ndandim, tentu saja Dirman dan ndandim ikut agak jongkok penuh dengan penasaranya, setelah agak cukup dekat dengan Dirman dan ndandim secara tiba - tiba Tompi berdiri dan mengejan sekuat tenaga mengarahkan brutunya (pantatnya) kearah muka Dirman dan Ndandim Brooooooooooot...... gasnya (kentut) Tompi yang sejak dua hari gak BAB tentu saja baunya sungguh dahsyat, dan mereka berdua hanya bisa ngedumel tak karuan. Jangan ditiru yaa.. untuk hal yang demikian. Selanjutnya mereka bertiga terus berjalan kearah jembatan untuk melihat - lihat pemandangan sore hari.
Setelah mereka bertiga sampai dijembatan tersebut gak tau asal usulnya ide dari mana yang jelas mereka sedang merundingkan sesuatu, setelah itu si Dirman berjalan kearah seberang jembatan dan si ndandim juga berjalan kearah seberang jembatan satunya lagi dan si Tompi tetap berada ditengah jembatan sambil tolah - toleh kearah dirman dan ndandim tentu saja dengan cengar - cengir pula, kebetulan lalu lintas sore itu juga agak ramai, Pasti mereka bertiga sedang merencanakan sesuatu.
Setelaah beberapa saat mereka mengamati kanan kiri tiba - tiba Tompi teriak Oe...... Oe......Oe....... sambil menuding nuding dengan telunjuknya kearah sungai dan di susul dirman juga bertingkah seperti itu dan si ndandim tak mau ketinggalan pula juga tak kalah heboh terus berteriak Oe..... Oe,,,,,,, Oe....... sambil mengacungkan tanganya kearah air, tentu saja setiap pengguna jalan yang lewat pasti jalan pelan dan tanya "enek opo mas?...." mereka hanya diam dan terus membuat heboh, semakin lama semakin banyak dan banyak pula yang berdatangan dan macet sekali jalan disekitar jembatan tak lama petugas Polisi juga datang Koramil juga datang, Rupanya mereka bertiga agak ketakutan juga dengan ulah mereka, secara perlahan mereka beringsut menyingkir pelan - pelan dan menjauh dari lokasi tersebut dan melihat dari kejauhan sambil cengengesan dan berkata... " Cari saja itu yang klelep hantu hahahaha" dan mereka akhirnya pulang dengan kekonyolanya dan meninggalka Polisi yang sibuk turun ke kali.
jangan ditiru ya untuk hal yang demikian itu sangat tidak baik.

Catatan malm

Hari ini adalah hari senin maret tanggal tiga april dua ribu enam belas, waktu sudah hampir jam dua pagi tapi mataku enggan dipejamkan, entah apa yang aku pikirkan yang jelas banyak sekali yang aku pikirkan, antara kehidupan dimasa depan, sekarang dan esok yang belum aku jalani. Bimbang perasaan ini terkadang juga ada dan selalu terlintas dalam pikiranku, akan tetapi saya sebagai seorang manusia yang terkadang banyak memberi masukan dan solusi terhadap kawan, sahabat bahkan orang yang baru aku kenal untuk selalu bersikap pantang menyerah dan tidak mudah putus asa. Terkadang saya juga merenung sendiri dan melihat diri saya sendiri apa yang telah saya kerjakan, memang mudah untuk memberi saran tapi sangat sulit untuk kita menjalankan seperti apa yang pernah kita sarankaan pada orang lain. Saya bukan tipe orang yang mudah putus asa dan pantang menyerah, apa yaang saya harapkan harus tercapai entah dalam waktu yang cepat ataupun lambat, disatu sisi terkadang saya juga sangat kontroversi dengan apa yang saya ambil jalan keluarnya, banyak juga yang menentang dari apapun keputusan yang saaya ambil termasuk keluarga saya sendiri. Terlihat bodoh memang, tapi saaya selalu optimis dengan pendirian saya. Saya berpikiran dan berpendirian agak arogan, apapun yang orang lain bisa, sayapun harus bisa melakukan seperti mereka.Terlepas dari semua itu saya adalah type penyayaang keluarga, hampir tidak pernah saya menyembunyikan sesuatu dari pasangan hidup saya, itu sudah menjadi pegangan hidup saya.
Kembali lagi pada  awal catatan saya, mata saya juga makin terang benderang jauh dari rasa kantuk, gak tau lagi apa yang harus saya tulis, yang jelas masih banyak yang saya pikirkan entah hari esok yang akan aku lalui dan cita - cita yang harus aku raih. Hampir seharian tadi saya berlari - lari dari satu situs ke situs lainya untuk sekedar melihat apa yang menarik dari isi situsnya, tetap saja masih belum ada yang pas menurut saya dan saya putuskan untuk kembali dan menulis di sini, akan tetapi saya juga belum bisa berkonsentrasi dalam menulis, mungkin bagi para pembaca juga ada yang pernah mengalami seperti saya ini,
Sisi lain dalam kehidupanku adalah humoris dan jail dalam keseharianku termasuk pada orang yang baru aku kenal sekalipun, itulah yang membuat aku banyak teman dan sahabat, terkadang rekan kerjaku sendiri juga kurang menyukai dengan sikapku yang selalu cengengesan terhadap relasi - relasi, tapi saya nyaman dengan sikapku itu malah dari sikapku yang agak konyol terkadang mengundang tawa, entah tawa tentang kebodohanku atau tertawa karena memang enjoy saya juga gak tau. Untuk dalam hal pekerjaan yang saya jalani, saya harus dapat menyelesaikan tepat waktu entah bagaimana caranya saya harus bisa menyelesaikanya tepat waktu.
Dalam hal emosi saya memang agak emosional dalam mengambil segala tindakan, dan cenderung mengesampingkan dari efek tindakan saya, dan yang pasti kalau ada segi positif dari tindakan saya, saya pasti akan melakukan ide - ide saya itu.
Mungkin dengan catatan malamku ini saya agak sedikit lega untuk melangkah kehari esok yang telah menanti dan selalu ada di setiap harinya karena hidup adalah PILIHAN, memilih ataupun dipilih semua sama saja tinggal bagaimana kita mensikapinya, begitupun KEHIDUPAN, apapun warna KEHIDUPAN tak akan pernah terasa indah tanpa kita bisa memaknai dan merasakan apapun warna KEHIDUPAN yang kita jalani.